Assalamualaikum wr.wb.
Salam bagi kalian semua.
Admin mau posting lagi nihhh.... tapi gak inget, ini materinya udah pernah di pst sebelumnya atau belum, tapi kayaknya belum deh... materi ini masih fresh ternyata, baru selesai dipetik dari pohonnya. ngasal aja adminnya.
Materi kali ini adalah "Pendidikan" Tapi lanjutan dari postingan sebelumnya ya. :)
____________
A. Objek Pendidikan
Sasaran
pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk
menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Potensi kemanusiaan
merupakan benih kemungkinan untuk menjadi manusia. Diibaratkan biji mangga
bagaimanapun wujudnya jika ditanam dengan baik, pasti akan menjadi pohon mangga
dan bukannya pohon jambu. Tugas mendidik hanya mungkin dilakukan dengan benar
dantepat tujuan, jika pendidik memiliki gambaran yang jelas tentang siapa
manusia itu sebenarnya. Manusia sebagai objek dari pendidikan memiliki ciri
khas yang secara prinsipiil berbeda dari hewan. Ciri khas manusia yang
membedakannya dari hewan terbentuk dari kumpulan terpadu (integrated) dari apa
yang disebut sifat hakikat manusia. Disebut sifat hakikat manusia karena secara
hakiki sifat tersebut hanya dimiliki manusia dan tidak terdapat pada hewan.
(Umar Titrahardja, dan La Sulo, 2012 :1).
B. Sifat Hakikat
Manusia sebagai Objek Pendidikan
Sudah dipaparkan
sebelumnya bahwa yang menjadi objek dari pendidikan merupakan manusia, dan
manusia sendiri sebagai objek pendidikan memiliki sifat hakikat yang membuatnya
berbeda dari hewan dan mahluk lainnya. Pemahaman pendidikan terhadap sifat
hakikat manusia akan membentuk peta tentang karakteristik manusia. Peta ini
akan memberikanlandasan serta memberikan acuan baginya dalam bersikap,
menyususn strategi, metode dan teknik, serta memilih pendekatan dan orientasi dalam
merancang dan melaksanakan komunikasi transaksional di dalaminteraksi edukatif.
Wujud sifat hakikat manusia adalah sebagai berikut :
1.
Kemampuan menyadari diri
Berkat
adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki manausia, maka manusia menyadri
bahwa dirinya (akunya) memiliki ciri khas atau karakteristik diri. Hal ini
menyebabkanmanusia dapat membedakan dirinya dengan aku-aku yang lain (ia,
mereka) dan dengan non-aku (lingkungn fisik) di sekitarnya. Bahkan bukan hanya
membedakan, lebih dari itu manusia dapat membuat jarak (distansi) dengan lingkungannya,
baik yang berupa pribadi maupun yang nonpribadi/benda.
2.
Kemampuan Bereksistensi
Dengan
keluar dari dirinya, dan dengan membuatjarak anataara aku dan dirinya sebagai
objek, lalu melihat objek itu sebagai sesuatu, berarti manusia itu dapat menembus
atau menerobos dan mengatasi batas-batas yang membelenggu dirinya. Kemampuan
menerobos ini bukan saja dalam kaitannya dengan soal ruang, melainkanjuga
dengan waktu. Dengan demikian manusia tidak terbelenggu dengan tempat atau
ruang ini (di sini) dan waktu ini (sekarang), tapi dapat menembus ke “sana” dan
ke “masa depan” ataupun “masa lampau”. Kemampuan menempatkan diri dan menerobos
inilah yang disebut kemampuan bereksistensi.
3. Kata
Hati (Conscience of man)
Kata hati
atau Conscience of man juga sering
disebut dengan istilah hati nurni, lubuk hati, suara hati, pelita hati, dan
sebagainya. Dengan sebutan “pelita hati” atau “hati nurani” menunjukkan bahwa
kata hati ini adalah kemampuan pada diri manusia yang memberikan penerangan
tentang baik buruk perbuatannya sebagai manusia. Orang yang tidak memiliki
pertimbangan dan kemampuan untuk mengambil keputusan tentang yang baik/benar
atau yang buruk/salah dalam mengambil keputusan tersebut hanya dari sudut
pandang tertentu (misalnya sudut kepentingan diri), dikatakan bahwa kata
hatinya tidak cukup tajam. Jadi criteria baik/benar dan buruk/salah harus
dikatakan baik/benar atau buruk/salah bagi manusia sebagai manusia.
4. Moral
Jika kata
hati diartikan sebagai bentuk pengertian yang menyertai perbuatan, maka moral
(atau sering disebut juga etika) adalah perbuatan itu sendiri. Seseorang
dikatakan bermoral tinggi karena ia menyatukan dirinya dengan nilai-nilai yang
tinggi, serta segenap perbuatannnya merupakan peragaan dari nilai-nilai yang
tinggi tersebut. Etika biasanya dibedakan dari etiket.
5.
Tanggung Jawab
Kesediaan
untuk menanggung segenap akibat dari perbuatan yang menuntut tanggung jawab,
merupakan pertanda dari sifat orang yang bertanggung jawab. Wuud bertanggung
jawab bermacam-macam, ada yang terhadap diri sendiri, masyarakat dan tanggung
jawab kepada Tuhan.
6. Rasa
Kebebasan
Merdeka
adalah rasa bebas (tidak merasa terikat oleh sesuatu), tetapi sesuai dengan
tuntutan kodrat manusia. Dalama hal ini kelihatannya ada dua hal yang saling
bertentangan yaitu “rasa bebas” dan sesuai dengan “tuntutan kodrat manusia”
yang beratri ada ikatan. Sesungguhnya, kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya
adalah memang berlangsung dalam keterikatan. Artinya, bebas berbuat sepanjang
tidak bertentangan dengan kodrat manusia.
7.
Kewajiban dan Hak
Kewajiban
dan hak adalah dua macam gejala yang timbul sebagai manifestasi dari manusia
sebaga mahluk sosial. Tak ada hak tanpa kewajiban. Jika seseorang mempunya hak
untuk menuntut sesuatu maka tentu ada pihak lain yang berkewajiban untuk
memenuhi hak tersebut (yang pada saat itu masih belum dipenuhi). Pada dasarnya,
hak itu merupakan sesuatu yangmasih kosong, artinya meskipun hak tentang
sesuatu itu ada belum tentu seseorang mengetahuinya (misalnya, hak memperoleh
perlindungan hukum). Sedangkan kewajiban serig dipandang sebagai beban, namun
esungguhnya kewajiban merupakan sebuah keniscayaan bukan beban (Umar
Titrahardja, dan La Sulo, 2012 :1-10).
C. Landasan Pendidikan
Pendidikan sebagai usaha sadar yang
sistemtis-sistematik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta mengindahkan
asas-asas tertentu. Landasan dan asas-asas tersebut sangat penting, karena
pendidikan merupakan pilar utama dalam pengembangan manusia dan masyarakat
suatu bangsa tertentu. Landasan-landasan pendidikan akan memberikan pijakan dan
arah pembentukan manusia, dan serentak dengan itu, mendukung perkembangan
masyarakat, bangsa dan negara. Beberapa diatara landasan pendidikan tersebut
adalah landasan fisiologis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peran
penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan
teknologi akan mendorong pendidikan itu menjemput masa depan. Kajian berbagai
landasan pendidikan itu akan membentuk wawasan yang tepat pendidikan. Berikut
beberapa landasan pendidikan :
1.
Landasan Fisiologis
Landasan fisiologis merupakan
landasan yang berkaitan dengan dengan makna atau hakikat pendidikan, yang
berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti : Apakah pendidikan itu,
mengapa pendidikan itu diperlukan, apa yang harusnya menjadi tujuannya, dan
sebagainya. Tinjauan filosofis tentang sesuatu, termasuk pendidikan, berarti
berpikir bebas serta merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang sesuatu
itu.
2.
Landasan Sosiologis
Kegitan pendidikan merupakan suatu
proses interaksi antara dua individu, bahkan dua generasi, yang memungkinkan
generasi muda mengembangkan dirinya. Perhatian sosiologi pada pendidikan
semakin intensif. Dengan meningkatkan perhatian sosiologi pada kegiatan
pendidikan tersebut, maka lahirlah cabang sosiologi pendidikan. Sosiologi
pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola
interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Kajian sosiologi tentang
pendidikan prinsipnya mencakup semua jalur pendidikan, baik pendidikan sekolah maupun pendidikan di
luar sekolah.
3.
Landasan Psikologis
Pendidikan selalu melibatkan aspek
kejiwaan. Pada umumnya landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama
tertuju pada pemahaman manusia. Khususnya tentang proses perkembangan dan
proses belajar. Terdapat beberapa pandangan tentang hakikat manusia ditinjau
dari segi psikologi dalam kaitannya dengan pendidikan, yakni strategi
disposisional, strategi behavioral, dan strategi phenomenologis/humanistik.
Pemahaman peserta didik, umumnya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan,
merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan (Umar Titrahardja, dan La
Sulo, 2012 :81-104).
________
Sumbernya itu dari buku ya readers.
Plus itu semua admin kutip.
Makasih bagi yang membaca dan menyempatkan diri untuk mampir ke blog admin.
Salam hangat dari admin.
Ken :)
Komentar
Posting Komentar