Assalamualakum wr.wb
Pertama-tama saya tak lupa mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang mana karena berkat dan rahmatnya saya dapat membuat blog ini sebagai bentuk tugas mandiri yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang mengajar saya, yaitu Bapak M. Hidayat, Drs. M.Pd. Tak lengkap rasanya jika kita bersyukur pada Yang Maha Kuasa tapi lupa untuk mengirimkan shalawat pada junjungan Nabi besar kita, karenanya marilah kita bersama-sama mengucapkan shalawat beriring salam kepada junjungan nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW.
Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf jika di dalam tulisan yang akan saya buat ini terdapat banyak kesalahan, baik dari segi pengetikan , dan dari segi materi yang tentunya masih sangat dangkal. Dan saya juga ingin berterima kasih banyak bagi teman-teman/para pembaca yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya ini, saya harap tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian.
"Waktu adalah uang" karenaya janganlah kita membuang-buang waktu karena sama dengan membuang-buang uang, oleh karena itu saya akan mengakhiri pembukaan yang cukup panjang ini, dan mulai masuk ke materi ^-^
Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim materi kita mulai. (Selamat menikmati wkwkwk).
___________________________
Siang malam, pagi sore, kita sangat sering menemui berbagai macam bentuk kenakalan yang dilakukan oleh para remaja, baik hanya melihat peristiwa ini melalui siaran berita di televisi, dari berita di internet atau hanya berita angin alias bisik-bisik dari tetangga. Lantas selanjutnya apa yang kita lakukan ? mungkin jawaban dari pertanyaan ini adalah 'tidak melakukan apa-apa', 'mulai mengkritik dan menyalahkan para remaja yang melakukan berbagai kenakalan itu' dan 'mulai mengkritik pemerintahan karena sistem pendidikan yang kurang efektif dan dianggap bobrok, gagal dalam mendidik'. Sedangkan bagi para remaja yang melakukan kenakalan, mereka dicap sebagai remaja-remaja yang tidak baik, no moral, tidak etis dan bla bla bla sebagainya. Mereka akan dianggap tidak berharga di dalam masyarkat dan bahkan akan mendapatkan perlakuan diskriminasi.
Tapi apakah kita pernah berpikir bahwa tindakan yang kita lakukan itu sama sekali tidak bermanfaat, tidak memperbaiki dan tidak akan pernah mengubah apapun ?
Mengetahui fakta ini membuat saya kembali merenungkan ucapan dosen saya, beliau mengatakan bahwa "Kritik tanpa solusi itu adalah nol besar, tidak ada gunanya. Karena sudah terlalu banyak orang yang mengkritik tapi tidak memberi solusi apalagi bergerak untuk merubah". Dan semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang hanya bisa mengkritik ini.
Daripada terus menyalahkan orang lain, alangkah baiknya jika kita mulai untuk merubah diri sendiri. Daripada hanya mengkritik dan melakukan hal yang nothing, alangkah lebih berguna jika kita mulai bertindak, meskipun mungkin kita tidak bisa langsung terjun dalam gerakan perubahan itu. Sebagai contoh kita bisa menjadi teladan yang baik di masyarakan, yang secara tak langsung nantinya juga akan memberikan pengaruh positif pada para remaja.
Dalam postingan ini saya tidak akan lebih jauh menjelaskan tentang upaya yang bisa dilakuan masyarakat untuk mencegah kenakalan remaja, tapi saya akan menjelaskan tentang upaya yang dapat dilakukan guru (pendidik) dalam mendidik siswanya, khususnya para guru SMP dan SMA karena mereka lah yang berhadapan secara langsung untuk mendidik para siswa yang tergolong remaja agar tidak melakukan berbagai hal negatif. Selain itu hal ini juga disesuaikan dengan topik dari tugas saya, serta karena saya sendiri merupakan calon ibu guru ^-^
Remaja dalam bahasa aslinya disebut "adolescence", berasal dari bahasa Latin "adolescere" yang artinya "tumbuh" atau "tumbuh untuk mencapai kematangan". Masa remaja umumnya dimulai semenjak seseorang berusa 12-21 tahun. Tetapi sesungguhnya masa remaja ini dapat dibagi menjadi tiga bagian yang lebih rinci, yakni usia 12/13 tahun sampai dengan 14/15 tahun remaja awal, usia 15/16 tahun sampai dengan 17/18 tahun adalah remaja tengah, dan usia 18/19 tahun sampai dengan 21/22 tahun adalah remaja akhir.
Terlepas dari makna yang terkandung di balik kata remaja dan kisaran umur seorang remaja. bagi saya sendiri, remaja merupakan kegalauan, masa dimana seorang manusia yang dikatakan sebagai anak-anak beralih menuju kedewasaan, masa dimana pencarian jati diri dimulai (fase topan dan badai). Namun, yang perlu ditekankan disini adalah bahwa fase remaja merupakan fase perkembangan yang amat potensial, baik dilihat dari aspek kognitif, emosi maupun fisik. Sehingga baik buruknya (melakukan kenakalan atau tidaknya) seorang remaja selain karena dirinya sendiri juga sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.
Seorang guru selaku pendidik hendaknya bisa memotivasi, menginspirasi, membimbing dan mengarahkan siswa-siswanya agar menjadi pribadi yang baik dan menghindari segala macam bentuk perbuatan negatif termasuk di dalamnya adalah kenakalan remaja. Salah satu hal yang bisa dilakukan guru adalah dengan memberitahukan para siswanya tentang tugas-tugas pada perkembangan masa remaja. Jika para peserta didik tidak mengetahui tugas mereka sendiri, maka hal ini juga bisa menyebabkan berbagai macam bentuk kenakalan.
Adapun tugas-tugas perkembangan masa remaja yakni :
1. Berusaha mampu menerima keadaan fisiknya.
Dalam hal ini upaya guru adalah membantu memberikan pemahaman pada peserta didik agar mau dengan iklas menerima keadaan fisiknya sendiri, bisa dilakuka dengan membandingkan peserta didik tersebut dengan orang lainnya, berusaha menyadarkan mereka bahwa mereka memiliki banyak kelebihan.
2. Berusaha mampu menerima dan memahami peran seks (peran jenis kelamin) usia dewasa.
Dalam tugas perkembangan remaja yang ini, tindakan yang bisa dilakukan oleh seorang guru dalam membimbing dan mengarahkan siswanya menjadi pribadi yang baik, adalah memberikan pengetahuan yang cukup pada siswanya tentang seks.
3. Berusaha membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis.
ontoh upaya yang bisa dilakukan seorang guru adalah dengan membentuk kelompok belajar yang heterogen.
4. Berusaha mencapai kemandirian emosional.
Dalam hal ini upaya yang dilakukan guru adalah dengan memberikan tugas mandir atau perkerjaan rumah pada peserta didinya, mengajarkan mereka untuk mandiri secara emosional.
5. Berusaha mencapai kemandirian eonomi
Mengajarkan para siswanya kewirausahaan, kerajinan tangan dan untuk bercita-cita. Selanjutnya memberikan pengajaran untuk berhemat.
6. Berusaha mengembangkan konsep dan keterampilan-keterampilan intelektual yang snagat diperlukan untuk melakukan peranan sebagai anggota masyarakat.
Dalam hal ini guru bisa memberikan masalah pada siswanya untuk dipecahkan (problem solving) dan kegiatan membaca, dengan demikian para siswanya akan belajar cara untuk menyelesaikan masalah dan menambah penegtahuan mereka.
7. Berusaha memahami dan menginternalisasikan nilai-nila orang dewasa dan orang tua.
Misalnya menyelenggarakan gotong royong di sekolah, menjadi teladan yang dopan dan santun.
8. Berusaha mengebangkan perilaku penuh tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa.
Misalnya guru memberikan tugas pada siswanya dan tugasitu nantinya akan dikumpulkan, ini mengajarkan siswanya untuk beratanggung jawab, menyadarkan mereka bahwa mereka memiliki tugas untuk dikerjakan.
9. Berusaha mempersiapan diri untuk memasuki jenjang perkawinan.
10. Berusaha memahami dan mempersiapak berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.
Memberikan bimbingan pada siswanya dan menyadarkan mereka untuk tidak menikah muda dan memilih untuk mengejar cita-citamereka, karena berkeluarga merupakan hal yang sulit dan penuh dengan tanggung jawab.
Demikian merupakan tugas-tugas perkembangan remaja beserta hal yang bisa dilakukan guru untuk membimbing dan mengarahkan siswanya agar menjadi pribadi yang baik, tidak melakukan kenakalan.
Semoga postingan ini bermanfaat ^-^
Dan sekali lagi maaf jika banyak kesalahan.
Salam hangat, Ken Ayu Citra.
(Postingan ini adalah salinan dari blog saya sebelumnya, karena admin yang pelupa akan pasword, sehingga saya harus membuat blog baru)
Komentar
Posting Komentar