Assalamualaikum wr.wb
Selamat pagi, selamat sore, selamat malam, dan selamat berakhir pekan, heheheheh....

Pertama-tama admin mau makasih bagi yang sudah mampir dan menyempatkan diri di blog admin yang sepi pengunjung ini. Hiks (nangis).
Tapi gak papa.... meski sepi, sepinya berkualitas kok, wkwkwkw.

Sip, hari ini admin bakalan share materi tentang.... jeng-jeng.... tentang ....
"Perkembangan Bahasa" Yups..... kayaknya materinya asik banget !!! , gitu yaaa ?.... pembaca mikirnya kayak gitu ya.  semoga aja ya.

kali ini admin akan menjelaskan tentang perkembangan bahasa, dan hubungannya dengan kemampuan berpikir, sama kayak sebelumnya sihhh .... ini sebenarnya juga topik tugas kuliah admin, tapi gak papa lah ya, baca aja..... insyaallah bermanfaat dan makin berkah.

Kalau yang cowok baca postingan admin ini bakalan tambah ganteng, bakalan sebelas dua belaslah dari Leonardo de Caprio. Kalau yang cewek.... admin doain deh, sebelas dua belas kayak admin. wkwkwk..... ngarep dipikir ok adminnya, nggak becanda kok. Admin doain bakal mirip selena gomez deh.

Ok, jangan lama-lama ya pembukaannya, keriting tangan admin ngetk mana unfaedah lagi.
sip dah.... ayo goes to the materiiii...

____________


A. DEFINISI PERKEMBANGAN BAHASA

Seorang ahli psikologi perkembangan dari Illinois State Univesity bernama Laura E. Berk (200) setelah mempelajari dan meneliti berbagai aspek perkembangan individu, sampailah dia pada suatu kesimpulan bahwa perkembangan bahasa merupakan kemampuan khas manusia yang paling kompleks danmenggumkan. Misalnya saja, ada tahun pertama seorang anak mampu menggunakan kata-kata tunggal guna untuk memberi nama terhadap objek –obejek yang dipandang akrab dan untuk mengomunikasikan  keinginanannya. Begitu anak sudah memasuki tahun ketiga mereka langsung sudah mampu menunjukkan pemahaman yang demikian halus tentang berbagai kesepakatan yang biasa digunakan dalam komunikasi orang-orang di sekelilingnnya. Ketika memasuki tahun keempat, dengan bekal kosa kaa yang sudah semakin banyak, individu sudah mampu menghasilkan ucapan-ucapan yang lebih panjang dan menunjukkan bahwa dia sudah memiliki sejumlah bentuk gramatikal yang bagus, termasuk di dalamnya etika mengungkapkan bahasa itu.
            Sedemikian cepatnya perkembangan bahsa pada masa kanak-kanak, karena dalam waktu yang sedemikian pendek sudah menguasai sedemikian banyak kosa kata,  ucapan, dan bahkan cara mengucapkannya, maka berbagai penelitian psikologi perkembangan mengatakan bahwa secara umum perkembangan bahasa lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan aspek-aspek lainnya, meskipun kadang-kadang ditemukan juga sebagian anak yang lebih cepat perkembangan motoriknya dari pada perkembangan bahasanya. Dengan mendasarkan pada hasil-hasil penelitian itu, maka para ahli psikologi perkembangan mendefinisikan perkembangan bahasa sebagai kemamampuan individu dalammenguasai kosakata, ucapan,gramatikal, dan etika pengucapan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan perkembangan umur kronologisnya. 

B. TAHAPAN PERKEMBANGAN BAHASA

            Sesugnguhnay ada aspek linguistik dasar yang bersifat universal dalam otak manusia yang memungkinkan untuk menguasai bahasa tertentu. Sedangkan menurut kaum empiris yang dipelopori para penganut aliran bahavioristik memandang bahwa kemampuan berbahasa merupakan hasil belajar individu dalaminteraksinya dengan lingkungan. Penguasaan bahasa meruapakan hasil dari paduan-paduan peristiwa-peristiwa linguistik  ang diamati dan dialami dalam masa perkembangannya. Secara umum, perkembangan keterampilan berbahasa pada individu menurut Berk (2009)  dapat dibagi kedalam empat komponen, yaitu :
1. Fonologi (Phonology)
2. Semantik (Semantics)
3. Tata bahasa (Grammar)
4. Pragmatik (Pragmatics)
            Fonologi berkenanan dengan bagaiaman individu memahami dan menghsilkan bunyi pembicaraan bahasa. Bagaimana seseorang memperoleh fasilitas kemampuan memahamai bunyi kata dan intinasi ini merupakan sejarah perkembangan fonologi. Semantik merujuk kepada makna kata atau cara yang mendasari konsep-konsep yang diekspresikan dalamkata-kata atau kombinasi kata. Setelah selesai masa persekolahan, anak-anak memperoleh kosa kata baru dalam jumlah yang banyak. Penelitian intensif tentang perkembangan kosa kata pada anak-anak diibaratkan Berk (2009) sebagai sejauh mana kekuatan anak untuk memahami ribuan pemetaan kata-kata ke dalam konsep-konsep yang imiliki sebelumnya meskipun belum terlabelkan dalamdirinya, dan kemudian menghubung-hubungkannya dengan kesepakatan dalam bahasa masyarakat.
            Grammar merujuk pada penguasaan kosa kata yang kemudian dan dimodifikasinya ke dalam cara-cara yang bermakna. Pengetahuan tentang grammar meliputi dua aspek utama, yaitu :
1. Sintak (Sintax), yaitu autaran-aturan yang mengatur bagaimana kata-kata disusun ke dalam kalimat yang dapat dipahami.
2. Morfologi (Morphology), yaitu aplikasi gramatikal yangmeliputi jumlah tenses, kasus, pribadi, gender, kalimat aktif, kalimat pasif, dan berbagai makana lain daam bahasa.
            Pragmatika merujuk pada sisi komunikatif dari bahasa. Ini berkenanaan dengan cara menggunakan bahasa dengan baik ketika berkomunikasi dengan orang lain. Pragmatik ini di dalamnya meliputi cara mengambil moment yang tepat, mencari dan menetapkan topik yang relevan, mengusahakan agar benar-benar komunikatif, bagimana menggunakan bahasa tubuh (gesture), intonasi suara dan menjaga konteks agar pesan-pesan verbal yng disampaikan dapat dimaknai secara tepat oleh penerimanya. Pragmatik juga mencakup di dalamnya pengetahuan sosiolinguistik, yaitu bagaimana suatu bahasa harus diucapkan dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. Seseorang harus memperhatikan tata karma berkomunikasi berdasarkan hirarki umur atau status sosial yang masih dijunjung tinggi di dalam suatu masyarakat tertentu.
            Jika dilihat dari perkembangan umur kronologis yang dikaitkan dengan perkembangan kemampuan berbahasa individu, maka tahapan perkembangan bahasa menurut Bennet (2004) dapat di bedakan ke dalam tahp-tahap berikut :
1. Tahap pralinguistik atau meraban 9 0,3-1,0 tahun)
            Pada tahap ini anak mengeluarkan bunyi ujaran dalam bentuk ocehan yang mempunyai fungsi komunikatif. Pada tahap ini anak mengeluarkan berbagai bunyi ujaran sebagai reaksi terhadap orang lain yang ada di sekiarnya sebagai upaya mencari kontak verbal.
2. Tahap Holofrastik atau kalmiat satu kalimat (1,0-1,8 tahun)
            Pada usia sekitar 1 tahun anak mulai mengucapkan kata-kata. Satu kata yang diucapkan anak ini harus dipandang sebagai satu kalimat penuh mencakup aspek  intelektual maupun emosional sebagai car untuk menyatakan mau tidanya terhdap suatu hal. Anak yang menyatakan “mobil”  dapat berarti “saya mau mobil-mobilan”, “saya mau ikut naik mobil ayah saya” atau “saya mau minta diambilkan mobil maian” dan sebagainya.
3. Tahap kalimat dua kata (1,8-2,0 tahun)
            Pada tahap ini anak mulai banyak memiliki kemungkinan untuk menyatakan kemauannya dan berkomunikasi dengna menggunakan kalimat sederhana yang disebut dengan istilah “kalimat dua kata” yang dirangkai secara tepat. Misalya anak mengucapkan”mobil siapa ?” atau bertanya “itu mobilan milik siapa ?” dan sebagainya.
4. Tahap pengembangan bahasa awal 92,0-5,0 tahun)
Pada tahap in anak mulai mengembangkan tata bahasa, panjang kalimat mulai bertambah, ucapan-ucapan dihasilkan semakin kompleks, dan pengayaan terhadap sejumlah dan tipe kata secara berangsur-angsur meningkat sejalan dengan kemajuan dan kematangan perkembnagan anak.
5. Tahap pengembangan tata bahasa lanjutan (5,0-10,0 tahun)
            Pada tahap ini anak semakin mampu mengembangkan struktur tata bahasa yang lebih kompleks lagi serta mampu melibatkan gabungan klimat-kalimat sederhana dengan komplementasi, relativitasi, dan konjugasi. Perbaikan dan penghalusan yang dilakukan pada periode ini mencaup belajar mengenai berbaai kekekcualian dari keteraturan-keteraturan tata bahasa dan fonologi dalam bahasa terkait.
6. Tahap Kompetensi lengkap (11,0 tahun-dewasa)
            Pada akhir masa kanak-kanak, yang kemudian memasuki masa remaja dan dewasa, perbendaharaan kata terus meningkat,gaya bahasa mengalami perubahan,  dan semkin lancar dan fasih dalam berkomunikasi. Kemampuan dan performansi tata bahasa terus berkembang kea rah tercapainya kompetensi berbahasa secara lengkap sebagai perwujudan dari kompetensi komunikasi.

C. HUBUNGAN KEMAMPUAN BERBAHASA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR

            Berpikir pada dasarnya merupakan rangkaian proses kognisi yang bersifat pribadi atau pemrosesan informasi (information processing) yang berlangsung selama munculnya stimulus sampai dengan munculnya respon. Manifestasi dari proses berpikir manusia yang sekaligus menjadi karakteristik dari proses berpikir manusia adalah bahasa. Aktivitas berpikir individu sesungguhnya dibantu dengan menggunakan simbol-simbol verbal dan hukum-hukum tata bahasaguna menggabungkan kata-kata menjadi suatu kalimt yang bermakna. Betapapun seseorang berpikir tidak mengeluarkan kata-kata secara eksplisit melainakan hanya di dalam hati, tetapi sesungguhnya ketika proses berpikir itu terjadi juga menggunakan bantuan bahasa. Hanya saja bahasa yang digunakan hanya dilafalkan di dalam hati. Contohnya adalah ketika seorang siswa mengerjakan soal-soal ulangan atau ujian, tentu siswa tersebut akan memunculkan berbagai informasi yang ada di dalam pikirannya sehubungan dengan soal-soal ulangan atau ujian tadi dan kemudian mengekspresikannya dengan bahasa tertentu untuk dituangkan ke dalam jawaban-jawaban siswa.
            Bahasa merupakan alat yang sangat berguna dan sangat membantu individu dalam berpikir. Sementara itu bahasa juga mengekspresikan hasil pemikiran tersebut. Jadi, berpikir dan berbahasa merupakan dua aktivitas yang saling melengkapi dan terjadi dalamwaktu waktu yang relatif yang bersamaan. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa kemampuan berpikir seseorang menentukan dan sekaligus dapat dipahami dari kemampuan berbahasanya.  Sebalinnya kemampuan berbahasa seseorang merupakan pencerminan dari kemampuan berpikir orang tersebut. Meskipun demikian, dalamkasus tertentu ada sejumlah orang yang kemampuan berpikirnya bagus, tetapi kemampuan berbahasanya kurang. Dan sebaliknya, ada yang kemampuan berbahasanya bagus, namun kemapuan berpikirnya tidak sebagus kemampuan berbahasanya. Hal ini serig kita jumpai sejumlah orang yang mampu menulis dengan bagus tetapi tidak bagus dalam mempresntsikan hasi tulisannya itu, dan sebaliknya ada juga orang yang mampu mempresentasikan tulisan dengan bagus tetapi tidak bagus dalam menulis.

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBNAGAN BAHASA

            Aliran nativisme berpandangan bahwa perkembangan kemampuan berbahasa seseorang ditentukan oleh faktor-faktor bawaan sejak lahir yang diturunkan oleh orang tuanya. Dengan demikian, jika orang tuanya memang memiliki kemampuan berbahasa yang baikdan cepat, maka perkembangan bahasa anaknya pun juga akan baik dan cepat, dan sebaliknya. Sementara itu, aliran empirisme atau behaviorisme berpandangan bahwa perkembangan bahasa ditentukan oleh proses belajar dari lingkungan sekitarnya. Jadi, menurut aliran ini proses belajarlah yang sangat menentukan perkembangan kemampuan berbahasa seseorang. Adapun aliran lain yang cenderung lebih moderat yakni aliran konvergensi mengajukan pandangan yang merupakan kolaborasi dari faktor bawaan da faktor lingkungan.
            Faktor lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan bahasa seseorang adalah besarnya kesempatan yang diperoleh untuk melakukan proses belajar dari lingkungannya. Individu yang dalam kehidupan sehari-hari banyak berintekrasi dengan lingkungannya yang kaya dalam kemampuan berbahasanya, akan cendenrugnmemiliki kesempatan yang lebih banyak dan lebih bagus untuk mengembangkan kemampuan berbahasanya. Sebaliknya, individu yang banyak berinteraksi dengan lingkungan yang miskin kemampun bahasanya, akan cenderung terbatas pula kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahsanya.
            Secara rinci dapat diidentifikasi faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa, yaitu :
1. Kognisi, tinggi rendahnya kemampuan kognii suatu individu akan mempengaruhi ceat lambatnya perkembangan kemampuan bahasa individu tersebut.
2. Pola komunikasi dalam keluarga, dalam suatu keluarga yang pola komunikasinya banyak arah atau interaksina relative demokratis akan mempercepat perkembangan bahasa anggota keluargannya ketimbang menerapkan pola dan interaksi sebaliknya.
3. Jumalah anak dan anggota keluarga,  suatu keluarga yang memiliki anak dalam jumlah yang banyak atau anggota banyak akan lebih mempercepat perkembangan bahasa anak karena di dalamnya akan terjadi komunikasi yang bervariasi daripada keluarga yang anggota keluarganya lebih sedikit.
4. Posisi urutan kelahiran, seorang anak yang posisi kelahirannya di tengah akan lebih cepat dibandingkan anak sulung dan bungsu karena anak tengah memiliki arah komunikasi ke atas dan ke bawah.
5. Kedwibahasaan(bilingualism), anak yang dibesarkan di dalam keluarga yangmemiliki kebahasaan lebih dari satu akan lebih bagus dan lebih cepat perkembangan bahsanya ketimbangan anak yang dibesarkan dalamkeluarga dengan satu bahsa saja.

E. UPAYA PENGEMBANGAN BAHASA DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN

            Jika perkembangan kemampuan berbahasa merupakan konvergensi atau perpaduan dari faktor bawaan dan proses belajar dari lingkungannya, makaintervensi pendidikan yang dilakukan secara terencana dan sistematis menjadi amat penting. Agar kemampuan berbahasa remaja dapat berkembangsecara optimal, sejak dini ank sudah perlu mulai diperkenalkan dengan lingkungan yang memiliki kekayaan variasi dalam kemampuan berbahasa. Sementara itu, situasi yang menunjang perkembangan bahsa perlu diciptakan dan dikembangkan oleh para guru di sekolah. Sedangkan masyarakat perlu memberikan dukungan yang bersifat kondisi psikologis dan sosio-kultural bagi perkembangan bahasa remaja.


______________

Admin minta maaf kalau banyak typo dan kesalahan dalam penulisan lainnya.
Admin hanyalah manusia biasa.

Sumber materinya dari buku yaaa...
Asrori.2015. Perkembangan Peserta Didik : Pengembangan Kompetensi Guru. Yogyakarta : Media Akademi.

Kalau ada sumur di ladang.
Boleh admin menumpang mandi.
Pada kesempatan yang akan datang
Insyaallah admin psting lagi.

Wassalamualaikum wr.wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini