Assalamualaikum wr. wb
Salam sejahtera bagi kita semua.
Kali ini admin gak mau banyak basa basi.
Karena time is money. :)
Postingan admin kali ini akan membahas tentang "Tugas-Tugas Perkembangan Remaja", yang sebenarnya sih topik resume admin untuk mata kuliah PPD, tapi gak papa lah ya... admin share disini.
Hrapan admin masih sama, semoga bermanfaat ilmunya bagi para pembaca blog admin yang super duper sederhana dan penuh kekurangan ini. Maksih.
__________________
A. DEFINISI
TUGAS -
TUGAS
PERKEMBANGAN
Setiap individu tumbuh
dan berkembang selama perjalanan kehidupannya melalui beberapa periode atau
fase-fase perkembangan. Setiap fase perkembangan mempunyai serangkaian
tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik oleh setiap
individu. Sebab, kegagalan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada suatu
fase tertentu akan berakibat tidak baik pada kehidupan fase berikutnya.
Sebaliknya, keberhasilan dalam menyelesiakan tugas-tugas perkembangan pada fase
tertentu akan memperlancar pelaksanaan tugas-tugas perkembangan pada fase
berikutnya.
Seorang
ahli psikologi yang dikenal luas dengan teori tugas-tugas perkembangan ini
adalah Robert]. Havighust (Morgan,2001).
Dia mengatakan bahwa tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau
sekitar suatu periode tertentu dari kehidupan individu yang jika berhasil akan
menimbulkan kebahagiaan dan membawa ke arah keberhasilan dalam melaksanakan
tugas-tugas perkembangan berikutnya. Jika gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan
dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. Tugas-tugas perkembangan tersebut
beberapa di antaranya muncul sebagai akibat kematangan fisik, sedangkan yang
lain berkembang ' karena adanya aspirasi budaya, sementara yang lain lagi
tumbuh dan berkembang karena nilai-nilai dan aspirasi-aspirasi individu.
Tugas-tugas
perkembangan mempunyai tiga macam tujuan yang sangat bermanfaat bagi individu
dalam menyelesaikan tugas perkembanngan tersebut, yaitu:
1. Sebagai petunjuk
bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan masyarakat dari mereka pada
usia-usia tertentu.
2. Memberikan motivasi
kepada setiap individu untuk melakukan apa yang diharapkan oleh kelompok sosial
pada usia tertentu sepanjang kehidupannya. '
3. Menunjukkan kepada
setiap individu tentang apa yang akan mereka hadapi dan tindakan apa yang
diharapkan dari mereka jika nantinya akan memaSuki tingkat perkembangan
berikutnya.
Tugas-tugas
perkembangan itu ada yang dapat diselesaikan dengan baik, tetapi) ada juga yang
mengalami hambatan. Tidak dapat diselesaikannya dengan baik suatu tugas
perkembangan dapat menjadi suatu bahaya potensial. Setidaknya, ada tiga macam
bahaya potensial yang dapat menjadi penghambat dalam Penirelesaian tugas
perkembangan, yaitu:
1. Harapan-harapan yang
kurang tepat, yaitu individu itu sendiri maupun lingkungan sosial mengharapkan
perilaku yang di luar kemampuan fisik maupun psikologisnya.
2. Melangkahi
tahap-tahap tertentu dalam perkembangan sebagai akibat kegagalan menguasai
tugas-tugas tertentu.
3. Adanya
krisis yang dialami individu karena melewati satu tingkatan ke tingkatan yang
lain.
B. JENIS
TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA
Berikut
ini ada sejumlah tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik oleh
remaja, Deskripsi masing-masing tugas itu dilengkapi dengan hakikat tugas,
dasar biologis, dan dasar psikologisnya. Tugas-tugas perkembangan remaja
tersebut adalah:
1. Mencapai
hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita.
a.
Hakekat tugas
Mempelajari
peran anak perempuan sebagai wanita dan anak laki-laki sebagai pria, menjadi
dewasa di antara orang dewasa, dan belajar memimpin tanpa menekan orang lain.
b. Dasar biologis
b. Dasar biologis
Secara biologis,
manusia terbagi menjadi dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Kematangan
seksual dicapai selama masa remaja ini. Daya tarik seksual menjadi suatu
kebutuhan yang domian dalam kehidupan remaja. Hubungan sosial dipengaruhi oleh
kematangan fisik yang telah dicapai.
c. Dasar psikologis
Dalam
kelompok sejenis, remaja belajar untuk bertingkah laku sebagai orang dewasa,
sedangkan dalam kelompok jenis kelamin lain remaja belajar menguasai
keterampilan sosial. Remaja putri pada umumnya lebih cepat matang daripada
remaja putra dan cenderung lebih tertarik kepada remaja putra yang usianya beberapa
tahun lebih tua. Kecenderungan seperti ini akan berlangsung sampai mereka
kuliah di perguruan tinggi. Keberhasilan dalam melaksanakan tugas perkembangan
ini akan membawa penyesuaian sosial yang lebih baik sepanjang kehidupannya.
2. Mencapai
peran sosial pria dan wanita
a.
Hakekat tugas
Mempelajari peran
sosial sesuai dengan jenis kelaminnya sebagai pria atau wanita.
b. Dasar biologis
Ditinjau dari kekuatan
fisik, remaja putri menjadi orang yang lebih lemah dibandingkan dengan remaja
putra. Namun, remaja putri memiliki kekuatan lain meskipun memiliki kelemahan
fisik tersebut, yaitu kekuatan perasaan.
c. Dasar psikologis
Peranan
sosial pria dan wanita memang berbeda. Remaja putra perlu menerima peranan sebagai
seorang pria dan remaja putri perlu menerima peranan sebagai seorang wanita.
Meskipun demikian sering terjadi kesulitan pada remaja putri,
kadang-kadang cenderung lebih mengu
tamakan
ketertarikannya kepada karir, cenderung mengagumi ayahnya dan kakaknya, dan
ingin bebas dari peranan
sosialnya sebagai istri atau ibu yang memerlukan dukungan suami.
3. Menerima
keadaan fisiknya dan menggunakannya secara
efektif
a. Hakikat tugas
Menjadi bangga atau
sekurang-kurangnya toleran dengan kondisi fisiknya sendiri, menjaga dan
melindungi, serta menggunakannya secara efektif.
b. Dasar biologis
Perkembangan remaja
disertai dengan pertumbuhan fisik dan seksual. Laju pertumbuhan tubuh remaja
putrid cenderung lebih cepat bila dibandingkan remaja putra. Waktunya kini tiba
bagi remaja untuk mempelajari bagaimana keadaan fisiknya, yakni menjadi tinggi,
pendek, besar atau kerempeng. Bila usia remaja putri mencapai 15 sampai 16 tahun, ia telah
mencapai bentuk akhir tubuhnya Sedangkan
pada remaja putra, keadaan ini akan dicapai sekitar usia 18 tahun.
c. Dasar psikologis
Terjadainya perubahan
bentuk tubuh yang disertai dengan
perubahan
sikap dan minat remaja. Remaja suka memper hatikan perubahan tubuh
yang sedang dialaminya sendiri. Remaja putri lebih suka berdandan dan berhias
untuk menarik lawan jenisnya manakala dia sudah mulai menstruasi.
4.
Mencari
kemandirian emosional dari orang tua dan orang orang dewasa lainnya
a.
Hakekat tugas
Membebaskan sifat
kekanak-kanakan yang selalu menggantungkan diri kepada orang tua, mengembangkan
sikap perasaan tertentu kepada orang tua tanpa menggantung-kan diri padanya,
dan mengembangkan sikap hormat kepada orang dewasa tanpa menggantungkan diri
padanya.
b.
Dasar biologis
Kematangan
emosional indiVidu. Individu yang tidak memperoleh kepuasan di dalam
keluarganya akan keluar untuk membangun ikatan emosional dengan teman sebaya.
Ini bisa berlangsung tanpa mengubah ikatan emosional yang meningkat terhadap
orang tua.
c. Dasar psikologis
c. Dasar psikologis
Pada
masa ini remaja mengalami sikap ambivalen terhadap orang tuanya. Remaja ingin bebas,
namun merasa juga bahwa dunia dewasa itu cukup rumit dan asing baginya. Dalam
keadaan semacam ini remaja masih mengharapkan perlindungan orang tua,
sebaliknya orang tua menginng kan anaknya berkembang menjadi lebih dewasa.
Keadaan inilah yang menjadikan remaja sering memberontak otoritas orang tua.
Pelariannya adalah guru sebagai tumpuannya. Di sinilah peranan guru cukup besar
dalam rangka proses penyapihan
psikologis remaja. Kegagalan dalam melaksanakan tugas cenderung dapat
diasosiasikan dengan kegagalan dalam membina hubungan yang bersifat dewasa
dengan teman sebaya.
5. Mencapai jaminan
kebebasan ekonomis
a.
Hakekat tugas
Merasakan kemampuan
untuk membangun kehidupan sendiri.
b.
Dasar biologis
Kekuatan dan keterampilan
fisik sudah cukup berarti untuk pelaksanaan tugas ini dan sangat bermanfaat
untuk mencapai tugas ini.
c.
Dasar psikologis
Remaja
sudah mulai memiliki hasrat untuk berdiri sendiri.
6. Memilih dan menyiapkan
lapangan pekerjaan
a.
Hakekat tugas
Memilih pekerjaan yang
memerlukan kemampuan sesuai " dengan potensi yang dimiliki.
b.
Dasar biologis
Ukuran dan kekuatan
badan pada sekitar umur 18,0 tahun sudah cukup kuat dan tangkas untuk memiliki
dan menyiapkan diri memperoleh sesuatu lapangan pekerjaan.
c.
Dasar psikologis
Dari
hasil penelitian mengenai minat di kalangan remaja, ternyata pada remaja
berusia 16-19 tahun, minat utamanya
tertuju kepada pemilihan dan mempersiapkan lapangan pekerjaan. Sebenarnya
prestasi siswa di sekolah, apa yang dicita-citakannya, dan pendidikan lanjutan
yang diinginkan, secara tersirat dapat menjadi gambaran mengenai lapangan
pekerjaan yang diminati remaja.
7. Persiapan
untuk memasuki kehidupan berkeluarga
a.
Hakekat tugas
Mengembangkan sikap
yang positif terhadap kehidupan berkeluarga. Khusus untuk remaja putri termasuk
di dalamnya
kesiapan untuk secara psikologis mempunyai anak.
b. Dasar biologis
Kematangan seksual yang
normal yang menumbuhkan ketertarikan antar jenis kelamin.
c.
Dasar psikologis
Sikap remaja terhadap perkawinan
sangat bervariasi. Ada yang menunjukkan rasa takut, tetapi ada juga yang
menunjukkan sikap bahwa perkawinan justru merupakan suatu kebahagiaan hidup.
8.
Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep yang penting untuk kompetensi
kewargaan-negaraan.
a.
Hakekat tugas
Mengembangkan konsep
tentang hukum, politik, ekonomi, dan kemasyarakatan.
b.
Dasar biologis
Pada usia remaja,
sistem syaraf dan otak telah mencapai tahap ukuran kedewasaan.
c.
Dasar psikologis
Berkembangnya
kemampuan kejiwaan yang cukup besar dan perbedaan individu dalam perkembangan
kejiwaan yang sangat erat hubunganya dengan perbedaan dalam penguasaan bahasa,
pemaknaan, perolehan konsepkonsep, minat, dan motivasi.
9. Mencapai dan
mengharapkan tingkah laku sosial yang bertanggung jawab
a.
Hakekat tugas
Berpartisipasi sebagai
orang dewasa yang bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat dan mampu
menjunjung tinggi nilai-nilai masyarakat dalam bertingkah laku.
b.
Dasar biologis
Tugas ini tidak terlalu
menuntut dasar biologis. Tugas ini berkaitan erat dengan pengaruh masyarakat
terhadap individu, kecuali jika menerima adanya instink sosial pada manusia.
atau memandang .bagus tingkah laku remaja. merupakan sublimasi dari dorongan
seksual.
c.
Dasar psikologis
Proses
untuk mengikatkan diri individu kepada kelompok sosialnya telah berlangsung
sejak individu dilahirkan. Sejak kecil anak diminta untuk belajar menjaga
hubungan baik dengan kelompok, berpartisipasi sebagai anggota kelompok sebaya,
dan belajar bagaimana caranya berbuat sesuatu untuk kelompoknya. Ini
berlangsung sampai dengan individu itu mencapai fase remaja.
10. Memperoleh
suatu himpunan nilai-nilai dan sistem etika sebagai pedoman tingkah
laku.
a.
Hakekat tugas
Membentuk suatu
himpunan nilai-nilai sehingga memungkinkan remaja untuk mengembangkan dan
merealisasikan nilai-nilai, mendifinisikan posisi individu dalam hubungannya
dengan individu lain, dan memegang suatu gambaran dunia da lam kaitannya dengan
nilai-nilai untuk kepentingan hubungan dengan individu lain.
b.
Dasar psikologis
Banyak
remaja yang menaruh perhatian pada masalahv masalah filosofis dan agama. Ini
diperoleh remaja melalui identifikasi dan imitasi pribadi ataupun penalaran dan
analisis tentang nilai.
C. TUGAS
PERKEMBANGAN .REMAIA BERKENAAN DENGAN KEHIDUPAN BERKELUARGA
Secara
teoritis, masa remaja dapat dibagi menjadi dua fase, yaitu; fase pertama adalah
pubertas dan fase kedua adalah adolesens. MenurutuMonks, Knoers, dan Siti
Rahayu Haditono (2001),
fase pertama menitikberatkan pada perkembangan fisik dan sekSual serta
pengaruhnya terhadap gejala-gejala psiko-sosial. Sedangkan fase kedua
menitikberatkan. pada aspek-aspek nilai-nilai, moral, pandangan hidup, dan hubungan
kemasyarakatan.
Berdasarkan
pada pemba gian masa remaja ke dalam dua fase tersebut, maka pembahasan tugas
perkembangan remaja berkenaan dengan kehidupan berkeluarga menitik-beratkan
pada masa remaja fase kedua yaitu fase adolesens. Pada fase adolesens, tugas
perkembangan yang berkaitan dengan kehidupan keluarga merupakan tugas yang sangat
penting dan harus dapat diselesaikan dengan baik meskipun dirasakan sangat
berat. Ini cukup beralasan karena selama tahun pertama dan kedua perkawinan,
pasangan muda harus melakukan penyesuaian diri satu'sama'lain terhadap anggota
keluarga masing-masing. Sementara itu ketegangan emosional masih sering timbul
pada mereka.
Dari
sekian banyak masalah penyesuaian diri dalam kehidupan berkeluarga atau
perkawinan, ada empat unsur utama yang ' paling penting, yaitu:
1. Penyesuaian dengan
pasangan.
2. Penyesuaian seksual
3. Penyesuaian keuangan
4. Penyesuaian dengan
pihak keluarga masing-masing.
Berkaitan
dengan empat penyesuaian diri remaja dalam kehidupan keluarga dan perkawinan,
ada sejumlah faktor yang mempengaruhinya, yaitu:
1.
Faktor penting yang mempengaruhi pasangan ialah:
a. Konsep tentang pasangan yang ideal
b.
Pemenuhan kebutuhan
c. Kesamaan
latar belakang kehdupan
d.
Kesesuaian minat, dll.
2. Faktor penting yang mempengaruhi penyesuaian
seksual
a. Perilaku
seksual
b. Pengalaman seksual masa lalu
c. Dorongan
seksual
d.
Pengalaman seksual marital awal.
e. Sikap
terhadap penggunaan alat kontrasepsi.
3. Faktor penyesuaian diri dengan pihak keluarga
pasangan ialah :
a.
Sterotipe tradisional.
b. Keiginan
untuk mandiri.
c. Fanatisme keluarga, dll.
D. IMPLIKASI TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA BAGI
PENDIDIKAN
Mengingat tugas-tugas perkembangan remaja
harus dapat diselesaikan dengan baik, maka membawa implikasi penting bagi
Penyelenggaraan pendidikan dalam rangka membantu remaja agar mampu menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya dengan baik, yaitu:
1. Sekolah dan perguruan tinggi perlu memberikan kesempatan melaksanakan kegiatan-kegiatan non akademik melalui berbagai perkumpulan, misalnya: perkumpulan penggemar olah raga sejenis, kesenian, berorganisasi, kegiatan kreatifproduktif, kelompok-kelompok pengkajian, kepemimpinan, dan sejenisnya.
2. Bila terjadi remaja putra atau putri yang bertingkah laku tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, makaperlu dibantu melalui . bimbingan dan konseling agar sadar betul terhadap peranan jenis kelaminnya.
1. Sekolah dan perguruan tinggi perlu memberikan kesempatan melaksanakan kegiatan-kegiatan non akademik melalui berbagai perkumpulan, misalnya: perkumpulan penggemar olah raga sejenis, kesenian, berorganisasi, kegiatan kreatifproduktif, kelompok-kelompok pengkajian, kepemimpinan, dan sejenisnya.
2. Bila terjadi remaja putra atau putri yang bertingkah laku tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, makaperlu dibantu melalui . bimbingan dan konseling agar sadar betul terhadap peranan jenis kelaminnya.
3.
Demikian
juga bila terjadi remaja putri terlalu mementingkan studi dan kariernya dan
kemudian sangat mengabaikan perhatiannya untuk berusaha menyipkan diri secara
dini menjadi seorang istri dan ibu, hendaknya sekolah turut membatunya agar
mereka mampu menerima peranannya sebagai wanita.
4.
Siswa
yang lambat perkembangan jasmaninya diberi kesempatan berlomba dalam kegiatan
kelompoknya sendiri. Perlu diberikan penjelasan melalui bidang studi bilogi dan
ilmu kesehatan bahwa pada diri remaja sedang terjadi" perubahan jasmani
yang bervariasi. Kepada siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya jawab
tentang perkembangan jasmaninya itu.
5.
Memberikan
bantuan kepada siswa untuk memilih lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minat
dan keinginannya, sesuai dengan sistem kemasyarakatan yang dianutnya, dan
membantu siswa mendapatkan pendidikan yang bermanfaat untuk mempersiapkan diri
memasuki pekerjaan. Semua ini hendaknya dilakukan oleh semua personel sekolah,
petugas bimbingan dan konseling, yaitu guru pembimbing atau konselor sekolah. (Asrori, 2015 : 255-265).
____________
Semua materi di atas admin copas dari buku ya.
Asrori.2015. Perkembangan Peserta Didik : Pengembangan Kompetensi Guru. Yogyakarta : Media Akademi.
Maaf atas kesalahan tulisan admin.
Maaf juga kalau banyak typonya yang bertebaran.
See you in the next posting. :)
Komentar
Posting Komentar